Minggu, 13 Januari 2013

Jaga Semangat Mu!!!!!!!

Berikut ini adalah Fatwa atau nasihat dari Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah untuk kita sabagai pelajar alias penuntut ilmu. Beliau menasihati kita agar kita selalu tetap berada di atas keadaan semangat dalam menuntut ilmu, terutama dan terlebih lagi terhadap ilmu agama (alias ilmu syar’i).

Asy-Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah ditanya: “Seorang terkena lemah semangat (futur) dari mencari ilmu, maka apa cara dan jalan yang bisa titempuh untuk mengatasi hal ini sehingga timbul semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu?

Maka Asy-Syaikh rahimahullah menjawab:
            Lemah semangat dalam mencari ilmu syar’i adalah termasuk musibah besar, tentu ada perkara-perkara yang harus diperhatikan:
a.       Ikhlasnya niat untuk Allah ta’ala dalam mencari illmu, maka seseorang jika dia ikhlas dalam menuntut ilmu dan dia mengerti bahwa amalan itu akan menyampaikan dia kepada derajat ketiga dari derajat-derajat umat, maka dengan demikian semangatnya akan naik. (Allah ta’ala berfirman,)
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا (٦٩)
“Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”(An-Nisa’: 69)

b.      Hendaklah dia bergaul dengan teman-teman yang bisa mendorongnya kepada ilmu dan membantunya dalam membahas serta bedialog tentang ilmu. Hendaklah dia tidak bosan untuk bersahabat dengan mereka selama mereka bisa menolongnya di atas ilmu.

c.       Hendaklah dia menyabarkan jiwanya, dalam arti hendaklah dia memenjarakan/mengekang jiwanya ketika dia hendak lari. Allah subhanallahu wata’ala berfirman kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا (٢٨)
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Maka hendaklah dia bersabar, jika dia bersabar dan membiasakan diri untuk mencari ilmu maka mencari ilmu akan menjadi tabiatnya. Hari yang tidak dia gunakan untuk mencari ilmu menjadi hari yang panjang (membosankan) beginya. Adapun dia melepaskan tali kekang jiwanya, maka jangan dia lakukan! Karena jiwa itu menyuruh kepada kejelekan dan syaithon mendorongnya untuk malas dan tidak belajar.

Sumber: “Kitab Al-Ilmi”, Karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.                        Gema Ilmu

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَاتَعْجَزْ
“Bersungguh-sungguhlah mengupayakan apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu lemah”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar